Selasa, 13 Mei 2014

Kirupi Selfie

 
Pinjem hp kreator buat selfie
Gamau kalah sama Goo-Goo and Friends
XD
 

Stellarium

Yahh hujan...
Gak asik nih langitnya jadi jelek karena tertutup awan gelap...
Gak bisa lihat bintang-bintang, planet, bulan, dan pesawat terbang lewat deh
Udah gitu kreator asik sendiri sama laptopnya, kirupi gak ditemenin main
Kreator jahat mah... Eh...
Tunggu sebentar...
*intip-intip laptop kreator*
huwaaaaaa...
Di laptop kreator banyak bintangnya...
Keren kaya langit malam yang biasa kirupi lihat, bersih tanpa awan
Kok bisa gitu yaaa???
Tanya-tanya sama kreator kirupi dulu ah..
Oh, ternyata itu sebuah aplikasi, namanya Stellarium.
Nih kirupi bagi info tentang Stellariumnya

STELLARIUM
Stellarium merupakan sebuah aplikasi atau program open source, atau dengan kata lain kita dapat menggunakan aplikasi ini secara gratis. Aplikasi ini menunjukkan langit secara realistis dalam bentuk tiga dimensi (3D). Penggambaran yang ada dalam aplikasi ini seperti apa yang kita lihat dengan mata telanjang, teropong, ataupun teleskop. Aplikasi ini dilengkapi berbagai fitur, antara lain :
1. Katalog default dengan lebih dari 600.000 bintang
2. Katalog tambahan dengan lebih dari 210 juta bintang
3. Asterisma dan ilustrasi konstelasi-konstelasi
4. Konstelasi untuk 15 kebudayaan yang berbeda
5. Gambar-gambar nebula (katalog Messier lengkap)
6. Bima Sakti yang tampak nyata
7. Tampilan atmosfer, Matahari terbit dan Matahari terbenam yang realistis
8. Planet-planet dan satelit-satelitnya
9. Zoom
10. Pengendalian waktu
11. Pengantar dengan berbagai bahasa
12. Proyeksi fisheye
13. Proyeksi cermin sferis
14. Grafis dan kontrol keyboard yang lengkap
15. Kontrol teleskop
16. Visualisasi petak-petak ekuatorial dan altazimuth
17. Kelipan bintang
18. Meteor
19. Simulasi gerhana
20. Simulasi supernova
21. Landscape yang dapat diganti-ganti
22. Dapat menambahkan satelit buatan, simulasi okular, konfigurasi teleskop, dll.

Banyak sekali kan fitur-fiturnya
Dijamin gak akan nyesel kalo udah instal aplikasi ini. Berasa alam semesta milik kita.
Hehe... Buat yang udah gak sabar untuk nyobain aplikasi ini, langsung saja download di link berikut ini

http://www.stellarium.org/id/

Selamat menikmati ("^-^)b

Saturnus

Selamat siang teman-teman kirupi
Siang ini kirupi mau berbagi tentang planet Saturnus.
Kenapa harus planet saturnus?
Karena pada tanggal 10 Mei 2014 saturnus akan beroposisi.
Dan artinya, kirupi dan kreator akan mengamati planet ini \(^-^\")
Apakah teman-teman akan mengamati planet ini juga?
SATURNUS

Saturnus merupakan salah satu planet yang ada di tata surya kita. Saturnus merupakan planet terbesar kedua setelah Jupiter. Planet ini biasa disebut juga sebagai planet bercincin. Walaupun beberpa planet gas lainnya mempunyai cincin, tetapi cincin planet saturnus lebih jelas dan tampak lebih indah.

Cincin Saturnus sangat unik, terdiri beribu-ribu cincin yang mengelilingi planet ini. Bahan pembentuk cincin ini masih belum diketahui. Para ilmuwan berpendapat, cincin itu tidak mungkin terbuat dari lempengan padat karena akan hancur oleh gaya sentrifugal. Namun, tidak mungkin juga terbuat dari zat cair karena gaya sentrifugal akan mengakibatkan timbulnya gelombang. Jadi, sejauh ini, diperkirakan yang paling mungkin membentuk cincin-cincin itu adalah bongkahan-bongkahan es meteorit. Cincin ini terentang dari 6.630 km - 120.700 km di atas atmosfer Saturnus. Cincin ini pertama sekali dilihat oleh Galileo Galilei pada tahun 1610.

Saturnus memiliki kerapatan yang rendah karena sebagian besar zat penyusunnya berupa gas dan cairan. Inti Saturnus diperkirakan terdiri dari batuan padat dengan atmosfer tersusun atas gas amonia dan metana, hal ini tidak memungkinkan adanya kehidupan di Saturnus.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Saturnus

Hasil Pengamatan Hujan Meteor Eta Aquirids

Selamat malam
Apa kabar Hujan Meteor Eta Aquiridsnya?
Sudah pada ngamat atau belum?
Tadi pagi kirupi bersama kreator dan teman-teman kreator mendapatkan 50 meteor dan 1 fireball.
Yang fireball keren, pake banget lho kakak.
Kirupi sangat-sangat bahagia \(^-^)/

Senin, 05 Mei 2014

SEANDAINYA AKU MAKHLUK BUMI

Selamat siang ^_^
Baca cerita ini dulu yuk sebelum bubuk siang...
Semoga bisa menggugah dan mengubah pola pikir teman-teman kirupi :)

SEANDAINYA AKU MAKHLUK BUMI
Penulis: Dewi Pramesti

Namaku Asa. Asalku Planet Harapan di Galaksi Andromeda. Aku mendapat predikat summa cum laude untuk studiku dalam bidang Hubungan Intergalaktik. Aku bahagia sekali karena setelah berkali-kali menempuh rapat dan perundingan yang alot, akhirnya Dewan Bijak di galaksiku mengabulkan keinginanku untuk melakukan penelitian intergalaktik sosial di galaksi tetangga, Bimasakti. Syaratnya hanya satu, selama aku berada di galaksi tetangga itu, aku harus mengenakan invisible mode. Aku tak keberatan.

Mulailah perjalananku menuju Bimasakti yang jaraknya 2.200.000 tahun cahaya dari galaksiku. Tapi percayalah, untuk kami hal itu bukan masalah. Aku melihat banyak bintang. Kabarnya ada 400 juta bintang di Bimasakti. Aku melewati banyak tata surya, tidak semua kusinggahi. Tapi ada satu tata surya yang kusinggahi dan tak akan kulupakan. Nama bintangnya Matahari. Planet-planet di dalamnya telah kuteliti, dengan mendarat ataupun hanya fly by. Dari yang paling luar dan besar-besar ukurannya: Neptunus, Uranus, Saturnus, dan Jupiter yang raksasa.

Setelah planet-planet gas, perjalananku membawaku ke planet-planet batuan. Ukurannya tidak sebesar planet-planet gas, malah kecil-kecil. Aku singgah di Planet Merah, Mars. Disebut demikian karena daratannya yang merah. Singgahku tak lama disana karena hawanya yang terlalu dingin tak cocok untukku. Aku lanjutkan perjalananku. Kulihat planet terdekat, Bumi. Sudah lama aku menyimpan hasrat yang besar akan planet ini. Kupikir aku akan menyimpannya untuk yang terakhir, aku ingin singgah lebih lama dan menjelajahi berbagai tempat yang mungkin.

Lalu aku menuju Venus yang katanya cantik. Belum sampai aku mendarat di atasnya, aku sudah tak kuat karena panasnya. Lagipula, hawa disini tak baik untukku. Bisa-bisa aku keracunan dan tak bisa pulang. Aku menuju Merkurius. Walaupun lebih dekat dengan Matahari, cuaca disini tak sepanas di Venus. Tak banyak yang bisa kukerjakan di planet yang penuh kawah ini. Aku pun menuju perhentian terakhir di Tata Surya ini: Bumi.

Disebut juga sebagai Planet Biru karena cairan berwarna biru mendominasi 2/3 permukaannya. Ya, air! Disini aku bisa bernafas dengan nyaman. Ditambah lagi hawanya tidak panas, tidak juga dingin. Tampaknya Bumi merupakan satu-satunya planet di Tata Surya ini yang mendukung kehidupan. Benar akan apa yang guru alamku ajarkan tentang planet layak huni. “Di bintang, ada daerah disekitarnya dimana air dalam bentuk cairan bisa ditemukan dipermukaan planetnya. Daerah ini dikenal sebagai Habitable Zone atau daerah pendukung kehidupan. Planet-planet yang berada dalam rentang Habitable Zone ini merupakan kandidat planet-planet layak huni. Planet tersebut akan diindikasikan sebagai planet layak huni kalau ia memiliki air dalam bentuk cair. Itu klasifikasi awal dari planet layak huni.”

Mendarat di Bumi, aku sangat bergairah dan tak sabar ingin segera menjelajahi banyak tempat. Saatnya kuturuti nafsu petualangku, kuawali dari Utara. Kurasakan lapisan putih yang dingin, ada yang beku dan keras, ada yang lembut. Beberapa hari kuhabiskan disana, hanya kutemui beberapa makhluk seperti diriku. Kupikir betapa beruntungnya sedikit orang ini memiliki planet yang nyaman seluas ini hanya untuk mereka. Pada saat yang sama aku bingung, karena hampir setiap hari aku melihat bongkahan putih yang padat itu runtuh atau lepas dari satuannya. Kadang hanya sedikit yang runtuh, tapi kadang dalam satuan yang besar. Ada yang tidak beres disini. Aku harus meneliti apa yang terjadi. Bukankah hal ini akan menyebabkan ketidakseimbangan alam, dalam hal kondisi cuaca. Jangan-jangan sedang terjadi pemanasan di Bumi. Kasihan orang-orang ini, bisa-bisa beberapa puluh tahun lagi mereka hidup dalam kesusahan, kalau masih belum punah. Kusimpan hal ini sebagai laporan kajianku.

Dari sana aku beranjak ke selatan dan singgah ke negara bernama Adidaya. Dengan bangunan-bangunan tingginya, negara itu sangat bagus. Aku melihat berwarna-warni manusia, kebanyakan berwarna putih. Di Adidaya aku dapat melihat dari dekat banyak teknologi yang kuketahui dari pelajaran sejarah sekolah dasarku. Teknologi seperti peradabanku beberapa ribu tahun yang lalu. Sangat menarik. Lalu aku melihat rumah putih besar yang berdiri megah, mungkin rumah duta besar Bumi. Tadinya kupikir aku akan berkenalan dengan duta besar Bumi, walaupun menyalahi persyaratan kunjunganku kemari. Siapa tahu aku bisa mengawali persahabatan antar galaktik. Ternyata orang-orang di dalamnya sibuk sekali hingga membuatku sungkan untuk melangsungkan niatku. Semua bekerja dengan wajah tegang. Aku tidak nyaman dengannya. Kalau begitu pastilah bukan rumah duta besar Bumi karena sepengetahuanku Duta Besar pastilah orang-orang yang bersahabat. Aku pun memutuskan pergi melihat tempat lain.

Sekejap kemudian aku sampai di hamparan tanah luas yang menantang. Aku lihat bermacam-macam mahkluk yang disebut hewan. Mereka berlari-larian, berguling-guling di tanah, menikmati rerumputan. Ah, damai sekali disini, walau agak panas cuacanya. Baru saja kuingin rebahkan tubuhku di atas rerumpunan, terdengar suara gaduh dikejauhan.

“Dor..dor..dor..”, seperti suara senjata jahanam yang di peradabanku telah ditinggalkan jutaan tahun yang lalu karena dampaknya yang buruk untuk kehidupan. Benar saja, orang-orang berwarna hitam, laki-perempuan-tua-muda, berlarian sambil menjerit-jerit dikejar makhluk sesamanya dengan wajah-wajah beringas. Orang-orang itu menangis-nangis ketakutan. Begitu juga diriku. Belum pernah kulihat keberingasan sedekat ini. Aku tak bisa berbuat apa-apa. Aku ingin segera tinggalkan tempat ini.

Aku tiba di tempat yang penuh dengan reruntuhan dan puing-puing bangunan. Banyak orang-orang berseragam menyandang senjata jahanam. Ada juga orang-orang tak berseragam yang wajahnya tanpa ekspresi. Perasaanku tidak enak. Benar saja, tak lama kemudian ada mobil melaju kencang dan meledak menghancurkan apa yang ada di dekatnya. Suasana menjadi huru-hara. Apa yang sebenarnya terjadi di planet paling nyaman dalam Tata Surya ini, tanyaku dalam hati.

Aku pergi ke Selatan. Kuketahui kemudian namanya Nusantara. Dari atas tampak alamnya sangat cantik. Tapi, oh, di antara rimbunan kehijauan, ada lahan gundul yang luas sekali. Batang-batangnya dipotong hingga tersisa sedikit saja. Hei, bukankah mereka memerlukan batang-batang itu terus tumbuh untuk kelangsungan hidup mereka. Lalu aku lihat sebuah pulau di bawah, memanjang dari barat ke timur. Di ujung barat sana menyeruak aroma tak sedap, muncul dari timbunan barang dan makanan bekas. Bagaimana orang-orang itu bisa hidup sangat dekat dengan timbunan itu.

Di daerah pegunungan tidak jauh dari situ kulihat bangunan tua berkubah. Di dalamnya ada alat peneropong yang cukup besar. Wah, ini alat yang banyak terdapat di tempat asalku, hanya saja di tempatku jauh lebih besar dan canggih. Tapi alat seperti ini ditempat asalku biasanya diletakkan di tempat tinggi dan gelap agar tidak terkontaminasi oleh cahaya kota. Tapi ini? Terang sekali disini. Apa yang hendak mereka lihat?

Lalu aku ke Barat, singgah di kota Amburadul. Jalanan dipenuhi mobil-mobil merayap pelan, diiringi sahutan suara bel. Di dalamnya orang-orang berwajah tegang. Lalu kususuri sungai hitam di kota itu, di kanan-kirinya penuh rumah papan. Kontras sekali dengan bangunan-bangunan di daerah padat mobil tadi. Dari satu rumah papan, kudengar seorang anak menangis sendiri di atas bantalnya yang lusuh. Satu tangannya menggenggam surat tagihan empat bulan iuran sekolah. Aku tak tahan lagi dan bergegas pulang. Di hadapan Dewan Bijak yang tampak telah mengetahui sebab kesedihanku, aku tak kuasa menahan tangisku. Aku ingin sekali membantu mereka. Seandainya saja aku makhluk Bumi, apa saja warnaku, aku akan mensyukuri hidup di Bumi yang paling nyaman dan tidak melakukan hal-hal buruk seperti yang sering kulihat disana. Kasihan mereka.

Tulisan ini telah dimuat dalam rubrik Tentang, Media Indonesia, Rabu 11 Juli 2007

Sumber : http://langitselatan.com/2007/07/13/seandainya-aku-makhluk-bumi/


Minggu, 04 Mei 2014

Hujan Meteor Eta Aquarids

Selamat malam sahabat kirupi...
Sudah bersiap-siap ke tempat tidur?
Sama dong kaya kirupi, kirupi udah ngantuk banget...
Tapi sebelum kirupi bubuk, nih ada info buat teman-teman..
\("^o^)/ 


HUJAN METEOR ETA AQUARIDS

Apakah kalian melewatkan hujan meteor Lyrids bulan lalu? Atau kalian mendapatkan banyak meteor? Beruntung buat kalian yang mendapat banyak meteor \(^-^\'') Nah, untuk yang belum beruntung alias tertidur lelap, jangan bersedih ya, Hujan Meteor Eta Aquarids datang menyambut kalian semua di bulan ini.

Hujan Meteor Eta Aquarids merupakan peristiwa tahunan yang berlangsung sejak tanggal 21 April hingga 20 Mei. Intensitasnya berkisar 30-60 meteor tiap jam. Berbeda dengan hujan meteor lainnya, Eta Aquirds tidak memiliki perbedaan jumlah meteor yang signifikan antara puncak dan hari-hari sebelumnya atau sesudahnya. Jadi kalian bisa melakukan pengamatan kapan saja dalam rentang waktu hujan meteor ini.

Hujan Meteor Eta Aquirids berasal dari debu-debu komet Halley karena Bumi melintasi orbit komet Halley. Untuk berburu meteor-meteor pada hujan meteor Eta Aquirids dibutuhkan kejelian dalam membidik meteor yang melintas, karena Meteor Eta Aquirids merupakan meteor tercepat kedua setelah Leonids. Kecepatannya mencapai 238.000km/jam. Sehingga tidak perlu teleskop, cukup dengan mata telanjang saja.

Hujan meteor Eta Aquarids berpusat di rasi Aquarius. Tepatnya berada dekat bintang Eta Aquarii, salah satu bintang terang anggota rasi Aquarius bermagnitude 4,03. Karena itu hujan meteor ini disebut Eta Aquarids. Bintang Eta Aquarii terbit sekitar pukul 01:00 waktu setempat tepat di arah timur. Pada saat inilah waktu terbaik untuk berburu. Meski pusatnya di arah timur, jangan terpaku ke arah timur saja, karena meteor bisa terlihat dari arah manapun.

Sumber : http://kalastro.blogspot.com/2014/05/mari-kita-buru-meteor-eta-aquarids.html

Oh iya kalo kirupi dan kreator akan berburu meteor Eta Aquarids pada tanggal 8.
Bagaimana dengan kalian? :D

Kamis, 01 Mei 2014

Kirupi Makan Es Krim

Selamat siang teman-teman ^-^
Apa kabar di siang hari yang panas ini?
Yang ganteng-ganteng pada sholat jum'at kan?
Yang cantik-cantik lagi apa?
Apa ada yang lagi makan es krim seperti kirupi?
Yummy :3

Selasa, 29 April 2014

Kirupi Merasa Bosan

Nyaaa nyaaa.. Bosan sekali... 
Mendung mulai datang :| 
Dengan kata lain, langitnya jelek lagi.. 
Zzzz.... 
Apa yang harus kirupi lakukan? 
<(>o<'')>


Selamat Hari Burung Adek Dee

Selamat ulang tahun adek Dzafira Humaida Annisya
Semoga panjang umur jadi anak yang membanggakan orang tua, bangsa dan negara ya adek Dee \(^-^')/


Kirupi and Goo-goo

Kirupi sedang main bersama Goo-Goo and Friends >_<
Goo-goo nakal.. Masa mainan kirupi diambil sih :(


Gomen!

Hwaaa maaf ya kirupi jarang nongol... Kreator lagi cibuk kuliah, jadinya kirupi terlantar. Anyway, kemarin kirupi berburu meteor bersama kreator dan teman-temannya. Di puncak hujan meteor Lyrids kemaren kami dapat 15 meteor. Hwaaaa.... Keren pake banget deh pokoknya... Pasti waktu badai meteor akan lebih keren lagi.. \(^-^')/


Stiker Kirupi

Ada yang mau stiker kirupi?? \(^-^)/

Sabtu, 19 April 2014

Mari Membaca Buku Bersama Kirupi

Lagi-lagi hujan... Akhir-akhir ini sering hujan... Membosankan...
Daripada bosan suntuk mending baca buku astronomi duluuuu~
("/^-^)/ Yuk yuk budayakan membaca buku... Supaya semakin banyak pengetahuan kita, biar kalo dikepoin orang bisa jawab mihihi...


Jumat, 18 April 2014

Hujan Membuat Kirupi Bosan

Hujan... Membosankan -______-

Rabu, 16 April 2014

Ini Kirupi?

Kreator ini kirupi? O.O
wew....

Kirupi dan Kreator Stargazing

Senangnya semalam Kirupi stargazing bersama kreator dan teman-temannya \(^-^)/ 
Kami mengamati bulan, saturn, dan sirius yang berkelip-kelip. Kami juga belajar rasi-rasi bintang di langit... Seru sekali...
 

Kirupi Sangat Suka Astronomi

Kirupi sangat suka astronomi \(^o^'')/
Bagaimana dengan kalian?
 

Kirupi Ingin Keluar dari Laptop

Kirupi merasa bosan berada dalam laptop kreator
Bgaimana reaksi kreator saat dia menggambar kirupi, tiba-tiba kirupi keluar dari laptopnya \(^o^)/ tadaaaaaa.....
Mungkin kreator akan pingsan >,<

Apakah Kirupi Seindah Bulan?

Selamat malam... Bagaimana tampak bulan malam ini? Apa seindah Kirupi? hehe... >///<

Selasa, 15 April 2014

Blood Moon?

BLOOD MOON?
Kenapa harus blood moon yang berarti bulan darah dalam bahasa Indonesia?

Gerhana bulan total yang terjadi pada 15 April 2014 merupakan lunar tetrad. Lunar tetrad adalah gerhana bulan total yang terjadi sebanyak empat kali dan berturut-turut tanpa diselingi gerhana bulan sebagian dan memiliki selang waktu enam bulan. 

Istilah Blood Moon pertama kali dikenalkan dalam sebuah buku karya John Hagee pada tahun 2013 yang berjudul “Four Blood Moons, Something Is About To Change”. John Hagee adalah seorang pendeta agama nasrani. Istilah ini digunakan karena lunar tetrad terjadi tepat saat hari besar keagamaan (paskah).

Sebenarnya warna merah pada bulan saat gerhana bulan terjadi karena berkas sinar Matahari yang nyaris menyinggung permukaan Bumi akan dibiaskan atmosfer khususnya kala melewati lapisan troposfer dan stratosfer. Sehingga saat diteruskan kembali ke angkasa ia akan menuju permukaan Bulan. Atmosfer Bumi menghamburkan komponen cahaya kebiruan dalam setiap berkas sinar Matahari yang nyaris menyinggungnya, sehingga sinar yang diteruskan ke Bulan akan didominasi komponen cahaya kemerahan. Karena itu pada saat puncak Gerhana Bulan Total, Bulan tak benar-benar gelap melainkan justru nampak kemerah-merahan dan relatif terang dengan magnitudo semu sekitar -3 alias lebih terang dari Jupiter. Ini wajar. Justru jika Bulan tak kemerah-merahan alias malah bener-bener gelap di saat puncak Gerhana Bulan Total, itu yang harus dipertanyakan. Sebab hal itu menandakan ada tabir surya dalam atmosfer kita, yang menyerap sinar Matahari cukup signifikan sehingga yang tersisa menghasilkan intensitas cukup rendah di permukaan Bulan. Tabir surya tersebut merupakan aerosol sulfat, produk reaksi gas belerang dengan oksigen dan uap air di atmosfer Secara alamiah ia berasal dari letusan besar gunung berapi (skala 4 VEI atau lebih) atau tumbukan benda langit (komet/asteroid berdiameter lebih dari 1 km). Tabir surya yang sama juga akan mengurangi intensitas sinar Matahari yang jatuh ke permukaan Bumi, yang bisa berimbas pada terjadinya pendinginan global.

Jadi ‘Blood Moon’ hanyalah istilah yang digunakan masyarakat untuk menyatakan lunar tetrad, yaitu gerhana bulan total ke empat yang terjadi berturut-turut tanpa diselingi gerhana bulan sebagian, dengan selang waktu enam bulan.

Sumber : 

1) http://earthsky.org/space/what-is-a-blood-moon-lunar-eclipses-2014-2015
2)https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10203818048156003&set=a.1501793029145.2066160.1363776334&type=1

Minggu, 13 April 2014

Perbedaan Musim di Bumi



Ada musim salju, musim semi, musim panas, musim gugur. Tapi kalau di Indonesia hanya dua musim saja, penghujan dan kemarau. Hehe... Kirupi sempat bingung kenapa musim berbeda-beda, kenapa juga ada musim? Terus kirupi tanya deh sama kreator. Nah begini jawabannya (padahal sambil intip-intip web orang tuh kreator, hihi).

Perbedaan musim di bumi memang berbeda-beda. Hal ini dikarenakan sumbu rotasi bumi dengan kemiringan sebesar 23,5° saat mengelilingi matahari (revolusi) menyebabkan perbedaan pancaran sinar matahari yang diterima oleh berbagai tempat di bumi. Akibatnya terjadi perbedaan lamanya siang, malam dan pergantian musim.

Pancaran matahari yang diterima oleh bumi berubah secara periodik melalui tiga zona yaitu tropic of cancer (daerah yang dilalui garis lintang utara ±23,5°), equator (daerah yang dilalui garis lintang 0°), dan tropic of capricorn (daerah yang dilalui garis lintang selatan ±23,5°). Negara kita merupakan salah satu contoh negara yang dilintasi oleh garis equator. India, Saudi Arabia dan Meksiko merupakan contoh negara yang dilewati oleh tropic of cancer, sedangkan contoh daerah yang dilewati tropic of capricorn adalah Afrika Selatan, Quensland (Australia) dan Argentina.

21/22 Desember, Winter solstice
Pancaran sinar matahari akan membentuk sudut 90° pada daerah tropic of capricorn. Pada kondisi ini daerah utara hemisphere akan mengalami musim dingin (winter) sedangkan daerah selatan hemisphere mengalami musim panas (summer). Lamanya waktu siang di daerah selatan lebih besar dibanding daerah utara. Makin ke utara, waktu malam akan semakin lama, puncaknya di kutub utara yang gelap sepanjang hari, sedangkan kutub selatan terang sepanjang hari.

21/22 Maret, Spring equinox
Pancaran sinar matahari akan membentuk sudut 90° pada daerah equator. Pada kondisi ini daerah utara hemisphere akan mengalami musim semi (spring) karena adanya kenaikan suhu dibanding periode sebelumnya, sedang daerah selatan hemisphere mengalami musim gugur (autumn). Kebalikan dari Autumn equinox, waktu akan dipercepat satu jam karena siang akan berangsur angsur menjadi lebih lama dan akan maksimal pada musim panas (summer).

1/22 Juni, Summer solstice
Pancaran sinar matahari akan membentuk sudut 90° pada daerah tropic of cancer. Pada kondisi ini daerah utara hemisphere seperti eropa dan amerika akan mengalami musim panas (summer) sedangkan daerah selatan hemisphere seperti Australia bagian tengah dan selatan mengalami musim dingin (winter). Lamanya waktu siang di daerah utara lebih besar dibanding daerah selatan. Makin ke utara, waktu siang akan semakin panjang, puncaknya di kutub utara yang terang sepanjang hari sedangkan kutub selatan gelap sepanjang hari.

22/23 September, Autumn equinox
Pancaran sinar matahari akan membentuk sudut 90° pada daerah equator. Pada kondisi ini daerah utara hemisphere akan mengalami musim gugur (autumn) karena suhu lebih rendah dibanding periode sebelumnya akibat berkurangnya pancaran sinar matahari, sedang daerah selatan mengalami musim semi (spring). Bagi mereka yang tinggal di eropa, pada tanggal tertentu waktu akan diperlambat satu jam (saving day light) karena malam akan berangsur angsur menjadi lebih lama dan akan mencapai puncaknya pada periode selanjutnya, musim dingin (winter).

Sumber : http://netsains.net/2008/12/mengapa-terjadi-perbedaan-musim-di-bumi/

Jumat, 11 April 2014

Kirupi Tidak Bisa Melihat Gerhana Bulan

Kirupi sangat sedih, orang-orang di Amerika sana bisa melihat gerhana bulan total pada 14 April ini. Sementara kirupi yang tinggal di Indonesia tidak dapak menikmatinya. Apakah teman-teman merakasakn hal yang sama dengan Kirupi? Tapi tidak perlu sedih berlarut-larut teman, masih banyak agenda gerhana bulan dalm setahun kedepan. Semangat, salam astronomi dari Kirupi! ^-^

Segitiga Musim Panas, Vega, dan Rasi Lyra

Pernahkah kalian mendengar istilah 'Segitiga Musim Panas'? Segitiga Musim Panas atau sering disebut Summer Triangle adalah gabungan dari 3 bintang yang terang. Dimana jika ketiga bintang tersebut ditarik garis akan membentuk segitiga. Ketiga bintang itu adalah Altair, Vega, dan Deneb. Altair merupakan bintang alfa rasi Aquilla, Vega merupakan bintang alfa rasi Lyra, dan Deneb merupakan bintang alfa rasi Cygnus. Bintang alfa adalah bintang yang paling terang dalam rasi tersebut. Ketiga bintang ini disebut sebagai Summer Triangle karena di negara yang memiliki empat musim, kehadiran ketiga bintang ini merupakan tanda bahwa musim panas akan segera tiba. Untuk kita yang tidak memiliki istilah 'musim panas', tentu kehadiran ketiga bintang ini tidak digunakan sebagai tanda. 

Pada saat Summer Triangle  terlihat biasanya di Jepang dilakukan sebuah perayaan yang disebut dengan Tanabata. Dalam perayaan dilakukan penggantungan kertas-kertas harapan. Segitiga Musim Panas ini dapat digunakan sebagai acuan saat pengamatan lengan Galaksi Bimasakti. Galaksi Bimasakti akan membentang sepanjang Altair dan Vega.

Nah setelah sedikit tahu tentang Segitiga Musim Panas kita beralih ke bintang-bintang dan rasi-rasi tempat bintang ini berada. Kali ini Kirupi ingin menceritakan tentang rasi Lyra yang salah satu bintang terterangnya (Vega) menjadi salah satu bintang yang membentuk konfigurasi Summer Triangle. Lyra berarti Lyrae atau harpa. Berdasarkan mitologi Yunani diceritakan bahwa Lyra merupakan sebuah harpa milik Orpheus. Orpheus adalah seorang musisi dari mitologi Yunani kuno. Nah pada tanggal 23 April kita akan mengamati Hujan Meteor Lyrids. Hujan meteor ini akan datang dari arah rasi Lyra. Mungkin segitu dulu cerita dari Kirupi. Selanjutnya Buat yang masih penasaran silakhan di cek sumbernya. :3

Kamis, 10 April 2014

Menunggu Puncak Hujan Meteor Lyrids

Kirupi tidak sabar menunggu puncak Hujan Meteor Lyrids  -_-
Bagaimana dengan teman-teman? Ada yang punya rencana berburu meteor seperti Kirupi? Untuk yang mau berburu, jangan lupa ya tanggal 23 April 2014. Langit area timur laut, di rasi Lyra. Kemungkinan meteor yang akan terlihat adalah 20 meteor/jam. Pengamatan yang pas dapat dilakukan pada sepertiga malam terakhir. Semoga dapat Fire Ball ya! Segeralah tanggal 23 >,<

Rabu, 09 April 2014

Pengamatan Oposisi Planet Mars

Bagaimana pengamatan oposisi planet Mars? Apakah berjalan lancar? Kirupi tadi galau, gara-gara hujan tidak segera reda. Kemarin di daerah Kirupi langit baru cerah pada pukul 20.30 lebih. Tapi beruntung setelah hujan langitnya sangat cerah. Planet Mars terlihat sangat jelas sebagai titik merah di langit. Selain itu jupiter tidak mau kalah, dia juga menampakkan dirinya. Ditambah lagi Bulan yang benderang mendambah kelengkapan pengamatan hari ini. Ini cerita Kirupi, bagaimana cerita kalian? 

Selasa, 08 April 2014

Apa Itu Kreator?

Creatorku sedang membaca sebuah buku. Kirupi melihat ada sesuatu yang sangaaaaattt besar.. Gambarnya terlihat seperti bola kacang. Kemudaian Kirupi tanyakan padanya, apa itu? Dia bilang gambar itu adalah gambar planet Mars. Planet yang akan kita amati bersama besok.
Nama Mars diambil dari nama dewa perang bangsa Romawi karena penampakannya yang merah padam saat marah. Planet merah ini adalah salah satu planet terestrial yang terdapat di tata surya bagian dalam. Jarak Mars ke matahari 1,5 kali jarak bumi ke matahari.
Sebagian besar permukaan planet Mars adalah gurun beku yang dipenuhi batuan dan disana-sini terdapat bukit pasir dan kawah-kawah. Dan kerennya, Mars memiliki gunung berapi jauh lebih besar daripada yang ada di Bumi. Warna merah planet ini berasal dari tanah yang kaya akan besi oksida(karat). Sebagian besar penyusun atmosfer planet ini adalah karbon dioksida. Wahh kita tidak bisa bernafas dong
Mars memiliki dua buah satelit, yaitu Phobos dan Deimos. Para astronom yakin bahwa dua satelit kecil dan tak beraturan bentuknya ini adalah asteroid yang terperangkap oleh gravitasi Mars.
Wahh ternyata beginilah keadaan planet mars. Pantas saja creatorku dan teman-temannya ingin mengamati planet ini. Besok Kirupi juga tak mau ketinggalan ah.. Apa teman-teman besok masih mau diam saja dirumah? Ayo kita mengamati si Planet Merah ini...
Enslikopedi Ruang Angkasa | Heather Couper & Nigel Henbest | Edisi Bahasa Indonesia

Mari Belajar Astronomi Bersama Kirupi

Ayo belajar astronomi bersama Kirupi. Apakah kalian pernah membaca buku-buku astronomi? Buku apa saja yang pernah kalian baca? Kalau Kirupi paling suka Ensiklopedi Ruang Angkasa milik Heather Couper & Nigel Henbest karena banyak gambarnya dan penjelasannya mudah di terima. Hehe...

Planetary Kirupi

Merkurius dan Kirupi

Venus dan Kirupi

Mars dan Kirupi

Jupiter dan Kirupi

Emoticon Kirupi

Smile Kirupi

Wink Kirupi

Tounge Kirupi

Fishmouth Kirupi

Love Love Kirupi

Ehh? Kirupi

Kyaaa Kirupi

Angry Kirupi

Sad Kirupi

Crying Kirupi

Kirupi Suka Mengamati Langit Malam

Kirupi sangat suka mengamati langit malam, baik melalui teleskop maupun mata telanjang. Semuanya terlihat sangat keren. Apakah kalian sudah mengamati langit malam yang indah? Pernahkah kalian melihat lengan Bima Sakti? Jika kalian belum pernah melihat langit malam segeralah mendongak ke atas saat malam datang. Tidak ada bintang yang terlihat? Berpindahlah ke tempat yang gelap. Tinggal di perkotaan, sehingga bintang-bintang tidak terlihat? Bergeserlah ke pedesaan. Telah melihat langit malam dan belum jatuh cinta? Lihatlah lebih dalam lagi. Salam astronomi, mari cintai langit malam, kurangi polusi cahaya untuk langit malam yang indah.

Salam Kenal dari Kirupi

Salam kenal namaku Kirupi. Kirupi adalah hasil karya dari StupidAlien (a.k.a. HairlindaAA). Kirupi tercipta dari keisengan sang kreator serta kecintaan kreator pada astronomi. Kreator menginginkan Kirupi mengenalkan astronomi ke semua orang dengan cara yang berbeda. Kreator ingin semua orang bisa melihat langit yang indah, mengamatinya, dan mengaguminya. Oleh karena itu kirupi hadir untuk bermain dan memberikan info-info tentang astronomi dengan bahasan yang simple. Kirupi suka langit malam, Kirupi suka astronomi. Ayo belajar astronomi bersama Kirupi.