Selasa, 13 Mei 2014

Kirupi Selfie

 
Pinjem hp kreator buat selfie
Gamau kalah sama Goo-Goo and Friends
XD
 

Stellarium

Yahh hujan...
Gak asik nih langitnya jadi jelek karena tertutup awan gelap...
Gak bisa lihat bintang-bintang, planet, bulan, dan pesawat terbang lewat deh
Udah gitu kreator asik sendiri sama laptopnya, kirupi gak ditemenin main
Kreator jahat mah... Eh...
Tunggu sebentar...
*intip-intip laptop kreator*
huwaaaaaa...
Di laptop kreator banyak bintangnya...
Keren kaya langit malam yang biasa kirupi lihat, bersih tanpa awan
Kok bisa gitu yaaa???
Tanya-tanya sama kreator kirupi dulu ah..
Oh, ternyata itu sebuah aplikasi, namanya Stellarium.
Nih kirupi bagi info tentang Stellariumnya

STELLARIUM
Stellarium merupakan sebuah aplikasi atau program open source, atau dengan kata lain kita dapat menggunakan aplikasi ini secara gratis. Aplikasi ini menunjukkan langit secara realistis dalam bentuk tiga dimensi (3D). Penggambaran yang ada dalam aplikasi ini seperti apa yang kita lihat dengan mata telanjang, teropong, ataupun teleskop. Aplikasi ini dilengkapi berbagai fitur, antara lain :
1. Katalog default dengan lebih dari 600.000 bintang
2. Katalog tambahan dengan lebih dari 210 juta bintang
3. Asterisma dan ilustrasi konstelasi-konstelasi
4. Konstelasi untuk 15 kebudayaan yang berbeda
5. Gambar-gambar nebula (katalog Messier lengkap)
6. Bima Sakti yang tampak nyata
7. Tampilan atmosfer, Matahari terbit dan Matahari terbenam yang realistis
8. Planet-planet dan satelit-satelitnya
9. Zoom
10. Pengendalian waktu
11. Pengantar dengan berbagai bahasa
12. Proyeksi fisheye
13. Proyeksi cermin sferis
14. Grafis dan kontrol keyboard yang lengkap
15. Kontrol teleskop
16. Visualisasi petak-petak ekuatorial dan altazimuth
17. Kelipan bintang
18. Meteor
19. Simulasi gerhana
20. Simulasi supernova
21. Landscape yang dapat diganti-ganti
22. Dapat menambahkan satelit buatan, simulasi okular, konfigurasi teleskop, dll.

Banyak sekali kan fitur-fiturnya
Dijamin gak akan nyesel kalo udah instal aplikasi ini. Berasa alam semesta milik kita.
Hehe... Buat yang udah gak sabar untuk nyobain aplikasi ini, langsung saja download di link berikut ini

http://www.stellarium.org/id/

Selamat menikmati ("^-^)b

Saturnus

Selamat siang teman-teman kirupi
Siang ini kirupi mau berbagi tentang planet Saturnus.
Kenapa harus planet saturnus?
Karena pada tanggal 10 Mei 2014 saturnus akan beroposisi.
Dan artinya, kirupi dan kreator akan mengamati planet ini \(^-^\")
Apakah teman-teman akan mengamati planet ini juga?
SATURNUS

Saturnus merupakan salah satu planet yang ada di tata surya kita. Saturnus merupakan planet terbesar kedua setelah Jupiter. Planet ini biasa disebut juga sebagai planet bercincin. Walaupun beberpa planet gas lainnya mempunyai cincin, tetapi cincin planet saturnus lebih jelas dan tampak lebih indah.

Cincin Saturnus sangat unik, terdiri beribu-ribu cincin yang mengelilingi planet ini. Bahan pembentuk cincin ini masih belum diketahui. Para ilmuwan berpendapat, cincin itu tidak mungkin terbuat dari lempengan padat karena akan hancur oleh gaya sentrifugal. Namun, tidak mungkin juga terbuat dari zat cair karena gaya sentrifugal akan mengakibatkan timbulnya gelombang. Jadi, sejauh ini, diperkirakan yang paling mungkin membentuk cincin-cincin itu adalah bongkahan-bongkahan es meteorit. Cincin ini terentang dari 6.630 km - 120.700 km di atas atmosfer Saturnus. Cincin ini pertama sekali dilihat oleh Galileo Galilei pada tahun 1610.

Saturnus memiliki kerapatan yang rendah karena sebagian besar zat penyusunnya berupa gas dan cairan. Inti Saturnus diperkirakan terdiri dari batuan padat dengan atmosfer tersusun atas gas amonia dan metana, hal ini tidak memungkinkan adanya kehidupan di Saturnus.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Saturnus

Hasil Pengamatan Hujan Meteor Eta Aquirids

Selamat malam
Apa kabar Hujan Meteor Eta Aquiridsnya?
Sudah pada ngamat atau belum?
Tadi pagi kirupi bersama kreator dan teman-teman kreator mendapatkan 50 meteor dan 1 fireball.
Yang fireball keren, pake banget lho kakak.
Kirupi sangat-sangat bahagia \(^-^)/

Senin, 05 Mei 2014

SEANDAINYA AKU MAKHLUK BUMI

Selamat siang ^_^
Baca cerita ini dulu yuk sebelum bubuk siang...
Semoga bisa menggugah dan mengubah pola pikir teman-teman kirupi :)

SEANDAINYA AKU MAKHLUK BUMI
Penulis: Dewi Pramesti

Namaku Asa. Asalku Planet Harapan di Galaksi Andromeda. Aku mendapat predikat summa cum laude untuk studiku dalam bidang Hubungan Intergalaktik. Aku bahagia sekali karena setelah berkali-kali menempuh rapat dan perundingan yang alot, akhirnya Dewan Bijak di galaksiku mengabulkan keinginanku untuk melakukan penelitian intergalaktik sosial di galaksi tetangga, Bimasakti. Syaratnya hanya satu, selama aku berada di galaksi tetangga itu, aku harus mengenakan invisible mode. Aku tak keberatan.

Mulailah perjalananku menuju Bimasakti yang jaraknya 2.200.000 tahun cahaya dari galaksiku. Tapi percayalah, untuk kami hal itu bukan masalah. Aku melihat banyak bintang. Kabarnya ada 400 juta bintang di Bimasakti. Aku melewati banyak tata surya, tidak semua kusinggahi. Tapi ada satu tata surya yang kusinggahi dan tak akan kulupakan. Nama bintangnya Matahari. Planet-planet di dalamnya telah kuteliti, dengan mendarat ataupun hanya fly by. Dari yang paling luar dan besar-besar ukurannya: Neptunus, Uranus, Saturnus, dan Jupiter yang raksasa.

Setelah planet-planet gas, perjalananku membawaku ke planet-planet batuan. Ukurannya tidak sebesar planet-planet gas, malah kecil-kecil. Aku singgah di Planet Merah, Mars. Disebut demikian karena daratannya yang merah. Singgahku tak lama disana karena hawanya yang terlalu dingin tak cocok untukku. Aku lanjutkan perjalananku. Kulihat planet terdekat, Bumi. Sudah lama aku menyimpan hasrat yang besar akan planet ini. Kupikir aku akan menyimpannya untuk yang terakhir, aku ingin singgah lebih lama dan menjelajahi berbagai tempat yang mungkin.

Lalu aku menuju Venus yang katanya cantik. Belum sampai aku mendarat di atasnya, aku sudah tak kuat karena panasnya. Lagipula, hawa disini tak baik untukku. Bisa-bisa aku keracunan dan tak bisa pulang. Aku menuju Merkurius. Walaupun lebih dekat dengan Matahari, cuaca disini tak sepanas di Venus. Tak banyak yang bisa kukerjakan di planet yang penuh kawah ini. Aku pun menuju perhentian terakhir di Tata Surya ini: Bumi.

Disebut juga sebagai Planet Biru karena cairan berwarna biru mendominasi 2/3 permukaannya. Ya, air! Disini aku bisa bernafas dengan nyaman. Ditambah lagi hawanya tidak panas, tidak juga dingin. Tampaknya Bumi merupakan satu-satunya planet di Tata Surya ini yang mendukung kehidupan. Benar akan apa yang guru alamku ajarkan tentang planet layak huni. “Di bintang, ada daerah disekitarnya dimana air dalam bentuk cairan bisa ditemukan dipermukaan planetnya. Daerah ini dikenal sebagai Habitable Zone atau daerah pendukung kehidupan. Planet-planet yang berada dalam rentang Habitable Zone ini merupakan kandidat planet-planet layak huni. Planet tersebut akan diindikasikan sebagai planet layak huni kalau ia memiliki air dalam bentuk cair. Itu klasifikasi awal dari planet layak huni.”

Mendarat di Bumi, aku sangat bergairah dan tak sabar ingin segera menjelajahi banyak tempat. Saatnya kuturuti nafsu petualangku, kuawali dari Utara. Kurasakan lapisan putih yang dingin, ada yang beku dan keras, ada yang lembut. Beberapa hari kuhabiskan disana, hanya kutemui beberapa makhluk seperti diriku. Kupikir betapa beruntungnya sedikit orang ini memiliki planet yang nyaman seluas ini hanya untuk mereka. Pada saat yang sama aku bingung, karena hampir setiap hari aku melihat bongkahan putih yang padat itu runtuh atau lepas dari satuannya. Kadang hanya sedikit yang runtuh, tapi kadang dalam satuan yang besar. Ada yang tidak beres disini. Aku harus meneliti apa yang terjadi. Bukankah hal ini akan menyebabkan ketidakseimbangan alam, dalam hal kondisi cuaca. Jangan-jangan sedang terjadi pemanasan di Bumi. Kasihan orang-orang ini, bisa-bisa beberapa puluh tahun lagi mereka hidup dalam kesusahan, kalau masih belum punah. Kusimpan hal ini sebagai laporan kajianku.

Dari sana aku beranjak ke selatan dan singgah ke negara bernama Adidaya. Dengan bangunan-bangunan tingginya, negara itu sangat bagus. Aku melihat berwarna-warni manusia, kebanyakan berwarna putih. Di Adidaya aku dapat melihat dari dekat banyak teknologi yang kuketahui dari pelajaran sejarah sekolah dasarku. Teknologi seperti peradabanku beberapa ribu tahun yang lalu. Sangat menarik. Lalu aku melihat rumah putih besar yang berdiri megah, mungkin rumah duta besar Bumi. Tadinya kupikir aku akan berkenalan dengan duta besar Bumi, walaupun menyalahi persyaratan kunjunganku kemari. Siapa tahu aku bisa mengawali persahabatan antar galaktik. Ternyata orang-orang di dalamnya sibuk sekali hingga membuatku sungkan untuk melangsungkan niatku. Semua bekerja dengan wajah tegang. Aku tidak nyaman dengannya. Kalau begitu pastilah bukan rumah duta besar Bumi karena sepengetahuanku Duta Besar pastilah orang-orang yang bersahabat. Aku pun memutuskan pergi melihat tempat lain.

Sekejap kemudian aku sampai di hamparan tanah luas yang menantang. Aku lihat bermacam-macam mahkluk yang disebut hewan. Mereka berlari-larian, berguling-guling di tanah, menikmati rerumputan. Ah, damai sekali disini, walau agak panas cuacanya. Baru saja kuingin rebahkan tubuhku di atas rerumpunan, terdengar suara gaduh dikejauhan.

“Dor..dor..dor..”, seperti suara senjata jahanam yang di peradabanku telah ditinggalkan jutaan tahun yang lalu karena dampaknya yang buruk untuk kehidupan. Benar saja, orang-orang berwarna hitam, laki-perempuan-tua-muda, berlarian sambil menjerit-jerit dikejar makhluk sesamanya dengan wajah-wajah beringas. Orang-orang itu menangis-nangis ketakutan. Begitu juga diriku. Belum pernah kulihat keberingasan sedekat ini. Aku tak bisa berbuat apa-apa. Aku ingin segera tinggalkan tempat ini.

Aku tiba di tempat yang penuh dengan reruntuhan dan puing-puing bangunan. Banyak orang-orang berseragam menyandang senjata jahanam. Ada juga orang-orang tak berseragam yang wajahnya tanpa ekspresi. Perasaanku tidak enak. Benar saja, tak lama kemudian ada mobil melaju kencang dan meledak menghancurkan apa yang ada di dekatnya. Suasana menjadi huru-hara. Apa yang sebenarnya terjadi di planet paling nyaman dalam Tata Surya ini, tanyaku dalam hati.

Aku pergi ke Selatan. Kuketahui kemudian namanya Nusantara. Dari atas tampak alamnya sangat cantik. Tapi, oh, di antara rimbunan kehijauan, ada lahan gundul yang luas sekali. Batang-batangnya dipotong hingga tersisa sedikit saja. Hei, bukankah mereka memerlukan batang-batang itu terus tumbuh untuk kelangsungan hidup mereka. Lalu aku lihat sebuah pulau di bawah, memanjang dari barat ke timur. Di ujung barat sana menyeruak aroma tak sedap, muncul dari timbunan barang dan makanan bekas. Bagaimana orang-orang itu bisa hidup sangat dekat dengan timbunan itu.

Di daerah pegunungan tidak jauh dari situ kulihat bangunan tua berkubah. Di dalamnya ada alat peneropong yang cukup besar. Wah, ini alat yang banyak terdapat di tempat asalku, hanya saja di tempatku jauh lebih besar dan canggih. Tapi alat seperti ini ditempat asalku biasanya diletakkan di tempat tinggi dan gelap agar tidak terkontaminasi oleh cahaya kota. Tapi ini? Terang sekali disini. Apa yang hendak mereka lihat?

Lalu aku ke Barat, singgah di kota Amburadul. Jalanan dipenuhi mobil-mobil merayap pelan, diiringi sahutan suara bel. Di dalamnya orang-orang berwajah tegang. Lalu kususuri sungai hitam di kota itu, di kanan-kirinya penuh rumah papan. Kontras sekali dengan bangunan-bangunan di daerah padat mobil tadi. Dari satu rumah papan, kudengar seorang anak menangis sendiri di atas bantalnya yang lusuh. Satu tangannya menggenggam surat tagihan empat bulan iuran sekolah. Aku tak tahan lagi dan bergegas pulang. Di hadapan Dewan Bijak yang tampak telah mengetahui sebab kesedihanku, aku tak kuasa menahan tangisku. Aku ingin sekali membantu mereka. Seandainya saja aku makhluk Bumi, apa saja warnaku, aku akan mensyukuri hidup di Bumi yang paling nyaman dan tidak melakukan hal-hal buruk seperti yang sering kulihat disana. Kasihan mereka.

Tulisan ini telah dimuat dalam rubrik Tentang, Media Indonesia, Rabu 11 Juli 2007

Sumber : http://langitselatan.com/2007/07/13/seandainya-aku-makhluk-bumi/


Minggu, 04 Mei 2014

Hujan Meteor Eta Aquarids

Selamat malam sahabat kirupi...
Sudah bersiap-siap ke tempat tidur?
Sama dong kaya kirupi, kirupi udah ngantuk banget...
Tapi sebelum kirupi bubuk, nih ada info buat teman-teman..
\("^o^)/ 


HUJAN METEOR ETA AQUARIDS

Apakah kalian melewatkan hujan meteor Lyrids bulan lalu? Atau kalian mendapatkan banyak meteor? Beruntung buat kalian yang mendapat banyak meteor \(^-^\'') Nah, untuk yang belum beruntung alias tertidur lelap, jangan bersedih ya, Hujan Meteor Eta Aquarids datang menyambut kalian semua di bulan ini.

Hujan Meteor Eta Aquarids merupakan peristiwa tahunan yang berlangsung sejak tanggal 21 April hingga 20 Mei. Intensitasnya berkisar 30-60 meteor tiap jam. Berbeda dengan hujan meteor lainnya, Eta Aquirds tidak memiliki perbedaan jumlah meteor yang signifikan antara puncak dan hari-hari sebelumnya atau sesudahnya. Jadi kalian bisa melakukan pengamatan kapan saja dalam rentang waktu hujan meteor ini.

Hujan Meteor Eta Aquirids berasal dari debu-debu komet Halley karena Bumi melintasi orbit komet Halley. Untuk berburu meteor-meteor pada hujan meteor Eta Aquirids dibutuhkan kejelian dalam membidik meteor yang melintas, karena Meteor Eta Aquirids merupakan meteor tercepat kedua setelah Leonids. Kecepatannya mencapai 238.000km/jam. Sehingga tidak perlu teleskop, cukup dengan mata telanjang saja.

Hujan meteor Eta Aquarids berpusat di rasi Aquarius. Tepatnya berada dekat bintang Eta Aquarii, salah satu bintang terang anggota rasi Aquarius bermagnitude 4,03. Karena itu hujan meteor ini disebut Eta Aquarids. Bintang Eta Aquarii terbit sekitar pukul 01:00 waktu setempat tepat di arah timur. Pada saat inilah waktu terbaik untuk berburu. Meski pusatnya di arah timur, jangan terpaku ke arah timur saja, karena meteor bisa terlihat dari arah manapun.

Sumber : http://kalastro.blogspot.com/2014/05/mari-kita-buru-meteor-eta-aquarids.html

Oh iya kalo kirupi dan kreator akan berburu meteor Eta Aquarids pada tanggal 8.
Bagaimana dengan kalian? :D

Kamis, 01 Mei 2014

Kirupi Makan Es Krim

Selamat siang teman-teman ^-^
Apa kabar di siang hari yang panas ini?
Yang ganteng-ganteng pada sholat jum'at kan?
Yang cantik-cantik lagi apa?
Apa ada yang lagi makan es krim seperti kirupi?
Yummy :3