Selasa, 15 April 2014

Blood Moon?

BLOOD MOON?
Kenapa harus blood moon yang berarti bulan darah dalam bahasa Indonesia?

Gerhana bulan total yang terjadi pada 15 April 2014 merupakan lunar tetrad. Lunar tetrad adalah gerhana bulan total yang terjadi sebanyak empat kali dan berturut-turut tanpa diselingi gerhana bulan sebagian dan memiliki selang waktu enam bulan. 

Istilah Blood Moon pertama kali dikenalkan dalam sebuah buku karya John Hagee pada tahun 2013 yang berjudul “Four Blood Moons, Something Is About To Change”. John Hagee adalah seorang pendeta agama nasrani. Istilah ini digunakan karena lunar tetrad terjadi tepat saat hari besar keagamaan (paskah).

Sebenarnya warna merah pada bulan saat gerhana bulan terjadi karena berkas sinar Matahari yang nyaris menyinggung permukaan Bumi akan dibiaskan atmosfer khususnya kala melewati lapisan troposfer dan stratosfer. Sehingga saat diteruskan kembali ke angkasa ia akan menuju permukaan Bulan. Atmosfer Bumi menghamburkan komponen cahaya kebiruan dalam setiap berkas sinar Matahari yang nyaris menyinggungnya, sehingga sinar yang diteruskan ke Bulan akan didominasi komponen cahaya kemerahan. Karena itu pada saat puncak Gerhana Bulan Total, Bulan tak benar-benar gelap melainkan justru nampak kemerah-merahan dan relatif terang dengan magnitudo semu sekitar -3 alias lebih terang dari Jupiter. Ini wajar. Justru jika Bulan tak kemerah-merahan alias malah bener-bener gelap di saat puncak Gerhana Bulan Total, itu yang harus dipertanyakan. Sebab hal itu menandakan ada tabir surya dalam atmosfer kita, yang menyerap sinar Matahari cukup signifikan sehingga yang tersisa menghasilkan intensitas cukup rendah di permukaan Bulan. Tabir surya tersebut merupakan aerosol sulfat, produk reaksi gas belerang dengan oksigen dan uap air di atmosfer Secara alamiah ia berasal dari letusan besar gunung berapi (skala 4 VEI atau lebih) atau tumbukan benda langit (komet/asteroid berdiameter lebih dari 1 km). Tabir surya yang sama juga akan mengurangi intensitas sinar Matahari yang jatuh ke permukaan Bumi, yang bisa berimbas pada terjadinya pendinginan global.

Jadi ‘Blood Moon’ hanyalah istilah yang digunakan masyarakat untuk menyatakan lunar tetrad, yaitu gerhana bulan total ke empat yang terjadi berturut-turut tanpa diselingi gerhana bulan sebagian, dengan selang waktu enam bulan.

Sumber : 

1) http://earthsky.org/space/what-is-a-blood-moon-lunar-eclipses-2014-2015
2)https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10203818048156003&set=a.1501793029145.2066160.1363776334&type=1

0 komentar:

Posting Komentar